Turunkan Intonasi, Lembutkan Suara dan Berkatalah Lebih Jelas
Kontrol emosi dengan menurunkan intonasi dan melembutkan suara sungguh bukan hal yang mudah. Tapi saya pasti bisa. Itu yang saya sugestikan dari kemarin-kemarin sebelum siap mengikuti game 1 ini. Apakah sugesti saya berhasil? Belum sepenuhnya karena masih jebol saat si stok sabar saya menipis. 😀
Hari ini saya lebih memilih untuk menurunkan intonasi suara saya. Dan berusaha menahan diri untuk tidak berteriak memerintah atau memarahi. Kebetulan memang hari ini saya setting kegiatan saya tidak padat. Dari pagi saya lebih konsen membersamai Lian, dari nyuapin makan, mandiin Lian, menemani membca buku, bermain dengan mainan edukasinya dan membersamainya dalam bermimpi (baca tidur bareng) 😂
Urusan domestik hari ini saya benar-benar menguranginya. Dari pagi sampai siang hanya melipat sebagian baju yang sudah dicuci, cuci piring dan memasak lauk untuk Lian. Untuk jualan online atau pegang HP hanya sesekali saja. Kebetulan dalam suasana Ramadhan, jadi saya memasak menu buka puasa di sore hari. Pas papanya Lian udah pulang kerja.
Ternyata keadaan seperti ini cukup membantu saya dalam fokus ke keluarga. Imbasnya saya lebih selow dalam berbicara dengan anak dan suami.
Saat Lian ingin mandi lama-lama dengan memakai baju putri duyungnya, saya santai menungguinya sambil melipat baju. Kami tertawa cekikikan saat Lian mengajak saya untuk bermain air sambil memandikan dia.
Acara ndulang/nyuapin Lian biasanya jadi kegiatan yang horror. Soalnya Lian kalo makan lamanya nggak ketulungan dan sedikit banget makannya. Eh tadi dia luwar biyasa pinter. Sambil lihat video favoritnya dan main sama logiconya dia makan dengan lahap. Hasek-hasek...
Saat tadi Lian minta dicarikan lembar logico (mainan edukasi) yang hilang, saya nggak marah tapi sungguh-sungguh mencarinya. Biasanya saya ngomel-ngomel dan nyeramahin Lian tentang merapikan mainannya. Dan alhamdulillah ketemu. Padahal beberapa hari lalu udah dicari nggak ketemu-ketemu (ya nyarinya sambil ngomel-ngomel sih...) Lian senang sekali karena itu lembar aktivitas favoritnya. Anak senang mama makin senang dan mood juga baik.
Dan saya sampai sempet baca novel sambil nemenin Lian baca bukunya. Dan berakhir saya yang merem duluan diikuti Lian yang bobo syantik di sebelah saya.
Saya tadi sempet menaikan intonasi suara saat Lian saya panggil dan dia nggak nengok saking asyiknya sama mainannya. Trus saya bilang "ih, kok mba Lian nggak mau dengerin mama... Mama sedih." Eh dia jawab, "aku denger mama... " sambil asyik mainan. Huhuhu...
Eh saat tadi dia manggil saya dan saya nggak memperhatikan ucapan dia, giliran dia yang ngambek "uh... Mama kok nggak dengerin aku... " otomatis saya senyam senyum. Eh ada yang bales dendam ternyata. Memang anak nggak pernah salah mengcopy! Makasih sayang udah mengajatkan banyak hal hari ini.
Lain Lian, lain papanya. Kalau hari ini saya lebih fokus ke 'clear and clarify' karena kami sering misskomunikasi dan berakhir eyel-eyelan. Dan tadi pas minta tolong papa buat belanja di warung saya sebisa mungkin berkata lebih jelas. Biasanya sih setiap saya ngomong dia bilang "hah?" atau "apa? " katanya kalo saya ngomong kaya orang kumur-kumur. Eh tadi sempet kumur-kumur lagi dink saat saya bingung nyari kacamata. Alasan pembenaran saya sih karena ini tenggorokan sakit banget dan sedikit lelah juga jadi ya gitu deh mood memburuk dan ngomongnya sekenanya. 😂😂😂
Sejauh ini lumayan lancar deh berusaha untuk bertutur kata lemah lembut tapi tegas ke lian dan berkata lebih jelas ke papanya Lian.
Semoga besok lebih baik lagi dan lebih banyak komunikasi produktif yang bisa kami latih.
Eh besok saya mau mudik. Haseek... Bisa ngobrol banyak sama Papa dan Lian dengan catetan nggak pada bobok syantik n ganteng di jalan. Hohoho...
#level1
#day1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
Hari ini saya lebih memilih untuk menurunkan intonasi suara saya. Dan berusaha menahan diri untuk tidak berteriak memerintah atau memarahi. Kebetulan memang hari ini saya setting kegiatan saya tidak padat. Dari pagi saya lebih konsen membersamai Lian, dari nyuapin makan, mandiin Lian, menemani membca buku, bermain dengan mainan edukasinya dan membersamainya dalam bermimpi (baca tidur bareng) 😂
Urusan domestik hari ini saya benar-benar menguranginya. Dari pagi sampai siang hanya melipat sebagian baju yang sudah dicuci, cuci piring dan memasak lauk untuk Lian. Untuk jualan online atau pegang HP hanya sesekali saja. Kebetulan dalam suasana Ramadhan, jadi saya memasak menu buka puasa di sore hari. Pas papanya Lian udah pulang kerja.
Ternyata keadaan seperti ini cukup membantu saya dalam fokus ke keluarga. Imbasnya saya lebih selow dalam berbicara dengan anak dan suami.
Saat Lian ingin mandi lama-lama dengan memakai baju putri duyungnya, saya santai menungguinya sambil melipat baju. Kami tertawa cekikikan saat Lian mengajak saya untuk bermain air sambil memandikan dia.
Acara ndulang/nyuapin Lian biasanya jadi kegiatan yang horror. Soalnya Lian kalo makan lamanya nggak ketulungan dan sedikit banget makannya. Eh tadi dia luwar biyasa pinter. Sambil lihat video favoritnya dan main sama logiconya dia makan dengan lahap. Hasek-hasek...
Dan saya sampai sempet baca novel sambil nemenin Lian baca bukunya. Dan berakhir saya yang merem duluan diikuti Lian yang bobo syantik di sebelah saya.
Saya tadi sempet menaikan intonasi suara saat Lian saya panggil dan dia nggak nengok saking asyiknya sama mainannya. Trus saya bilang "ih, kok mba Lian nggak mau dengerin mama... Mama sedih." Eh dia jawab, "aku denger mama... " sambil asyik mainan. Huhuhu...
Eh saat tadi dia manggil saya dan saya nggak memperhatikan ucapan dia, giliran dia yang ngambek "uh... Mama kok nggak dengerin aku... " otomatis saya senyam senyum. Eh ada yang bales dendam ternyata. Memang anak nggak pernah salah mengcopy! Makasih sayang udah mengajatkan banyak hal hari ini.
Lain Lian, lain papanya. Kalau hari ini saya lebih fokus ke 'clear and clarify' karena kami sering misskomunikasi dan berakhir eyel-eyelan. Dan tadi pas minta tolong papa buat belanja di warung saya sebisa mungkin berkata lebih jelas. Biasanya sih setiap saya ngomong dia bilang "hah?" atau "apa? " katanya kalo saya ngomong kaya orang kumur-kumur. Eh tadi sempet kumur-kumur lagi dink saat saya bingung nyari kacamata. Alasan pembenaran saya sih karena ini tenggorokan sakit banget dan sedikit lelah juga jadi ya gitu deh mood memburuk dan ngomongnya sekenanya. 😂😂😂
Sejauh ini lumayan lancar deh berusaha untuk bertutur kata lemah lembut tapi tegas ke lian dan berkata lebih jelas ke papanya Lian.
Semoga besok lebih baik lagi dan lebih banyak komunikasi produktif yang bisa kami latih.
Eh besok saya mau mudik. Haseek... Bisa ngobrol banyak sama Papa dan Lian dengan catetan nggak pada bobok syantik n ganteng di jalan. Hohoho...
#day1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Komentar
Posting Komentar