Jurnal Refleksi Fasilitator Matrikulasi IIP Batch 7 Sesi #5


Jurnal Refleksi Fasilitator Matrikulasi IIP Batch 7 Sesi #5

BELAJAR CARA BELAJAR

http://www.pbs.org/parents/education/music-arts/connecting-with-kids-through-art/


Alhamdulillah Kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional sampai di sesi ke-5. Materi kali ini adalah belajar cara belajar. Materinya menarik sekali. Terlebih materi ini menyangkut bagaimana mengoptimalkan kemampuan anak melalui proses belajar yang benar.

Dalam diskusi materi ini poin ‘meninggikan gunung, bukan meratakan lembah’ menjadi titik yang banyak disoroti oleh para matrikan. Metode ini memang menarik untuk diulas. Bagaimana kita sebagai orang tua mengoptimalkan kemampuan anak dan bukan berfokus pada kelemahannya.

Berdasarkan penjelasan pada materi matrikulasi sesi 5, dijelaskan maksud dari meninggikan gunung, bukan meratakan lembah. Maksudnya adalah dengan menggali kesukaan, hobby, passion, kelebihan, dan keccintaan anak-anak kita terhadap hal-ha yang mereka minati dan kita sebagai orangtuany mensupportnya semaksimal ungkin. Misanya jika anak suka bola maka mendorongnya dengan memasukkannya pada club bola, maka dengan sendiriny anak akan melakukan proses belajar dengan gembira 
Sebaliknya jangan meratakan lembah, yaitu dengan menutupi kekurangannya. Misalnya apabila anak kita tidak pandai matematika justru kita berusah menjadikannya untuk menadi pandai matematika dengan menambah porsi belajar matematikanya lebih sering (memberi les misalnya). Ini akan menjadikan anak menjadi stress. Jadi ketika yang kita dorong pada anak-anak kita adalah keunggulankelebihannya aka anak-anak kita akan melakukan proses belajar dengan gembira. 
Orang tua tidak perlu lagi mengajar atau menyuruh-nyuruh anak untukk belajar, akan tetapi anak akan belajar dan mengejar sendiri terhadap informasi yang ingin dai ketahui dan dapatkan. Inilah yang membuat anakk-anak belajar atas kemauan sendiri, hingga ia melakukan dengan senang hati

Dalam diskusi materi ini, kami melakukan diskusi interaktif, matrikan bertanya, saya menjawab dan kemudia penanya serta matrikan lain boleh langsung menanggapi sampai satu poin clear. Diskusi interaktif ini membuat matrikan yang tadinya silent reader menjadi aktif bertanya dan menanggapi. Dan menjadikan waktu diskusi molor dari jam diskusi yang disepakati. Alhamdulillah para matrikan menikmati materi demi materi.

Diskusi malam berikutnya adalah diskusi mengenai Nice Homework. Nah disini para matrikan dihebohkan dengan desain pembelajaran yang ‘gue banget’. Para matrikan yang memang basic ilmunya bukan hanya di dunia pendidikan menjadi bertanya-tanya apa itu desain pendidikan. Apa seperti kurikulum? Apa seperti RPP sekolah? Atau seperti silabus? Dan saya sebagai fasilitator di diskusi ini hanya memberikan clues saja. Tidak menjelaskan secar detail dari NHW ini. Saat matrikan bertanya, saya kembali melemparkan pertanyaan agar matrikan bisa mengerti sendiri (mencari tahu) tentang apa yang ditanyakan.

Matrikan sebagian besar pusing dengan NHW kali ini. Hal ini ditunjukkan dengan serangan NHW di detik-detik akhir. Dan sampai due date, ada 8 matrikan yang belum submit. Padahal biasanya maksimal hanya 4 orang saja. Padahal dalam NHW ini tidak ada kata salah. Apapun yang dipikirkan dan dituiskan dalam NHW adalah benar karena poin NHW sebenarnya bukanlah hasil tulisannya saja melainkan proses bagaimana matrikan akhirnya dapat mengerjakan NHW. Ya proses bingung, lalu proses mencari tahu dengan diskusi kelas, dilanjutkan dengan browsing ini itu mengenai desain pembelajaran hingga tertuang hasil pencarianny dalam tulisan NHW. Yang tidak diperbolehkan adalah berdiam diri tidak berusaha mencari tahu dan masa bodo dengan NHW ini.

Di sesi ke-5 ini pun, ada 2 matrikan yang akhirnya mengundurkan diri. Yang satu memang karena alasan kesehatan sehingga tidak dapat optimal menyimak diskusi. Dan yang satunya karena tidak focus dengan materi yang ada, sehingga merasa tidak mampu untuk mengejar ketertinggaan. Sedih sebenarnya saat mereka meninggalkan kelas karena kurang fokus menyimak. Tapi tidak mengapa, semoga mereka bisa mendapatkan ilmu lain di majelis ilmu yang lain dan bisa meningkatkan kapasitas diri.

Dari review NHW matrikan akhirnya mengenal istilah outside-in (dari luar ke dalam). Proses outside-in ini yang selama ini kita rasakan saat belajar di bangku sekolah atau palah sampai sekarang. Proses ini adaah dengan cara menyuapi ilmu dan kita hanya kebagian mencerna saja. Kita menjadi pasiff dan tidak mencari tahu suatu ilmu karena dorongan rasa ingin tahu kita. Ilmu yang ada kita serap karena ada yang memberikan. Di NHW yang dilalui matrikan tidakah demikian. IIP menuntun para matrikan untuk dapat berpikir kritis dan menemukan jawaban atas pertanyaan dalam diri mereka.

Cara belajar ini yang membuat saya juga berusaha untuk tidak menyuapi mereka dengan menjawab pertanyaan dengan gamblang saat sesi diskusi NHW yang lalu. Sebenarnya cukup share contoh desain pembelajarn matrikan batch lalu sangat mudah. Share langsung mereka paham. Tapi tidak saya lakukan karena saya akan sama saja dengan para guru di sekolah formal. Menjejalkan ilmu, menyuapi ilmu sehingga para matrikan tidak menjadi kreatif.

Sumber : Tim Matrikulasi Institut ibu Profesional, 2019, Materi Matrikulasi IIP Sesi 5 Batch 7



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Naik Level Kemandirian

Jurnal Refleksi Fasilitator Matrikulasi IIP Batch 7