Jurnal Refleksi Fasilitator Matrikulasi IIP Batch 7 Sesi #5
Jurnal Refleksi Fasilitator Matrikulasi IIP Batch 7 Sesi #5
BELAJAR CARA BELAJAR
Alhamdulillah Kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional sampai di sesi
ke-5. Materi kali ini adalah belajar cara belajar. Materinya menarik sekali. Terlebih
materi ini menyangkut bagaimana mengoptimalkan kemampuan anak melalui proses
belajar yang benar.
Dalam diskusi materi ini poin ‘meninggikan gunung, bukan meratakan
lembah’ menjadi titik yang banyak disoroti oleh para matrikan. Metode ini
memang menarik untuk diulas. Bagaimana kita sebagai orang tua mengoptimalkan
kemampuan anak dan bukan berfokus pada kelemahannya.
Berdasarkan penjelasan pada materi matrikulasi sesi 5, dijelaskan maksud dari meninggikan gunung, bukan meratakan lembah. Maksudnya adalah dengan menggali kesukaan, hobby, passion, kelebihan, dan keccintaan anak-anak kita terhadap hal-ha yang mereka minati dan kita sebagai orangtuany mensupportnya semaksimal ungkin. Misanya jika anak suka bola maka mendorongnya dengan memasukkannya pada club bola, maka dengan sendiriny anak akan melakukan proses belajar dengan gembira
Sebaliknya jangan meratakan lembah, yaitu dengan menutupi kekurangannya. Misalnya apabila anak kita tidak pandai matematika justru kita berusah menjadikannya untuk menadi pandai matematika dengan menambah porsi belajar matematikanya lebih sering (memberi les misalnya). Ini akan menjadikan anak menjadi stress. Jadi ketika yang kita dorong pada anak-anak kita adalah keunggulankelebihannya aka anak-anak kita akan melakukan proses belajar dengan gembira.
Orang tua tidak perlu lagi mengajar atau menyuruh-nyuruh anak untukk belajar, akan tetapi anak akan belajar dan mengejar sendiri terhadap informasi yang ingin dai ketahui dan dapatkan. Inilah yang membuat anakk-anak belajar atas kemauan sendiri, hingga ia melakukan dengan senang hati
Dalam diskusi materi ini, kami melakukan diskusi interaktif,
matrikan bertanya, saya menjawab dan kemudia penanya serta matrikan lain boleh
langsung menanggapi sampai satu poin clear. Diskusi interaktif ini membuat
matrikan yang tadinya silent reader menjadi aktif bertanya dan menanggapi. Dan menjadikan
waktu diskusi molor dari jam diskusi yang disepakati. Alhamdulillah para
matrikan menikmati materi demi materi.
Diskusi malam berikutnya adalah diskusi mengenai Nice Homework.
Nah disini para matrikan dihebohkan dengan desain pembelajaran yang ‘gue banget’.
Para matrikan yang memang basic ilmunya bukan hanya di dunia pendidikan menjadi
bertanya-tanya apa itu desain pendidikan. Apa seperti kurikulum? Apa seperti
RPP sekolah? Atau seperti silabus? Dan saya sebagai fasilitator di diskusi ini
hanya memberikan clues saja. Tidak menjelaskan secar detail dari NHW ini. Saat
matrikan bertanya, saya kembali melemparkan pertanyaan agar matrikan bisa
mengerti sendiri (mencari tahu) tentang apa yang ditanyakan.
Matrikan sebagian besar pusing dengan NHW kali ini. Hal ini
ditunjukkan dengan serangan NHW di detik-detik akhir. Dan sampai due date, ada 8 matrikan yang belum submit. Padahal biasanya maksimal hanya 4
orang saja. Padahal dalam NHW ini tidak ada kata salah. Apapun yang dipikirkan
dan dituiskan dalam NHW adalah benar karena poin NHW sebenarnya bukanlah hasil
tulisannya saja melainkan proses bagaimana matrikan akhirnya dapat mengerjakan
NHW. Ya proses bingung, lalu proses mencari tahu dengan diskusi kelas,
dilanjutkan dengan browsing ini itu mengenai desain pembelajaran hingga
tertuang hasil pencarianny dalam tulisan NHW. Yang tidak diperbolehkan adalah
berdiam diri tidak berusaha mencari tahu dan masa bodo dengan NHW ini.
Di sesi ke-5 ini pun, ada 2 matrikan yang akhirnya mengundurkan
diri. Yang satu memang karena alasan kesehatan sehingga tidak dapat optimal
menyimak diskusi. Dan yang satunya karena tidak focus dengan materi yang ada,
sehingga merasa tidak mampu untuk mengejar ketertinggaan. Sedih sebenarnya saat
mereka meninggalkan kelas karena kurang fokus menyimak. Tapi tidak mengapa,
semoga mereka bisa mendapatkan ilmu lain di majelis ilmu yang lain dan bisa
meningkatkan kapasitas diri.
Dari review NHW matrikan akhirnya mengenal istilah outside-in
(dari luar ke dalam). Proses outside-in ini yang selama ini kita rasakan saat
belajar di bangku sekolah atau palah sampai sekarang. Proses ini adaah dengan
cara menyuapi ilmu dan kita hanya kebagian mencerna saja. Kita menjadi pasiff
dan tidak mencari tahu suatu ilmu karena dorongan rasa ingin tahu kita. Ilmu
yang ada kita serap karena ada yang memberikan. Di NHW yang dilalui matrikan
tidakah demikian. IIP menuntun para matrikan untuk dapat berpikir kritis dan
menemukan jawaban atas pertanyaan dalam diri mereka.
Cara belajar ini yang membuat saya juga berusaha untuk tidak
menyuapi mereka dengan menjawab pertanyaan dengan gamblang saat sesi diskusi
NHW yang lalu. Sebenarnya cukup share contoh desain pembelajarn matrikan batch
lalu sangat mudah. Share langsung mereka paham. Tapi tidak saya lakukan karena
saya akan sama saja dengan para guru di sekolah formal. Menjejalkan ilmu,
menyuapi ilmu sehingga para matrikan tidak menjadi kreatif.
Sumber : Tim Matrikulasi Institut ibu Profesional, 2019, Materi
Matrikulasi IIP Sesi 5 Batch 7

Komentar
Posting Komentar