Saat Nona Cantiku Kambuh Egoisnya
Punya anak yang rasa egoisnya lumayan tinggi memang sedikit menguras esmosi. Di saat sedang bermain bersama temannya, dia nggak mau ngalah. Saat diajak bertanding dia nggak mau kalah, harus menang. Inginnya selalu dilihat dan dapat apa yang dia mau. Kurang peka dengan kondisi lingkungan.
Wah beberapa sifat itu lagi sering muncul akhir-akhir ini. Terlebih kalau dia lagi lelah fisik jadi perasaannya pun tidak nyaman dan berimbas jadi kurang peka terhadap teman atau lingkungannya.
Seperti sore ini di saat sedang bermain dengan sepupunya, dia berebut mainan. Sepupunya nggak boleh pegang abaca flash card yang sedang mereka mainin. Padahal sebelumnya mereka main asyik baca buku halo balita dan ensiklopedi.
Ya Lian kalo udah di titik jenuh, dia akan bertanduk 😈. Apa pun yang dilakukan orang di sekitarnya berasa salah. Nah kalo udah mulai kambuh, saya langsung keluarkan jurus inhale exhale... Pasang wajah seramah mungkin untuk mengembalikan mood Lian. Kalau saya ikut tersulut, wah bubar jalan deh.
Pun seperti tadi. Saya menseting intonasi di nada rendah, tarik bibir ke samping (senyum) dan sorot mata berbinar dan pangku Lian. Ya Lian memang punya punya bahasa sentuhan juga jadi selain dengan suara, perlu belai-belai dia sambil kami bicara.
"Mba Lian, kita mainnya sama-sama yak. Mba Lian sedih nggak kalo nggak boleh pinjem mainannya mas Defan?"
"Sedih..."
"Mba Lian suka nggak kalo mainannya mba Lian direbut?"
"Nggak suka."
"Ya udah mba Lian main kartunya sama-sama. Lian yang ice cream. Mas Defan yang satunya."
"Tapi aku mau main yang banyak-banyak."
"lha ini punya Lian udah banyak."
Okey akhirnya dia mau mainan dengan kartunya. Lha saat saya lagi main sama Defan (3y2mo), sepupunya. Dia narik-narik saya.
"Mama bukan mamanya mas Defan." Hahaha... Cemburu dia...
Lian cemberut, saya ngakak. Hehehe...
"Lha terus mama, mamanya siapa?"
"Mamanya aku."
"Aku siapa???"
"Aku Lian mama..."
"Mama siapa namanya?"
"Mama Ria"
"Pinter anak mama. Iya ini mamanya Lian. Kan mama sayang Lian" ucap saya sambil senyum
"Mama mainnya sama aku. Ga boleh sama mas Defan"
"Iya... Kita main lagi... "
Ah Lian... Kamu memang guru terbaik mama. Dulu mama tuh orangnya juga sama kayak kamu. Suka ngambek. Duluuuu banget. Kalo apa yang mama pengin tapi nggak dikasih mama injek tanah keras keras dan bibirnya manyun. Lihat kamu kayak liat mama kecil. Hohoho...
Jadi anak egois itu temennya sedikit. Nggak enak hidupnya. Makanya sekarang mama berusaha agar kamu nggak egois.
Kita belajar bareng ya sayang...
#level1
#day5
#tantangan10hari
#kelasbunsayiip
#komunikasiproduktif

Komentar
Posting Komentar