Jaga Intonasi di Segala Kondisi

Setelah beberapa hari adem anyum dengan sedikit lonjakan emosi, hari ini gejolak emosi sedikit melompat naik. Kalau biasanya cukup sedikit kontrol, hari ini super kontrol biar nggak jebol.

Eh... Eh... Ada apa sih?

Jadi hari ini mba Lian sedikit kumat cantiknya. Hari ini kami (saya dan papa Lian) menjanjikan Lian buat jalan-jalan di tempat bermain (kalo Lian nyebutnya ke kota). Berangkat dari rumah dia happy fuulll. Tapi karena Mamanya ini harus mampir ke rumah teman dan sodara buat nganterin sprei waterproof Aliefa pesenan mereka, jadi kami ajak Lian mampir-mampir.

"Kok ke sini? Katanya ke kota?" Hemmm udah mulai kurang suka dia.

"Mama anter pesenanya tante Rea dulu" Salah saya sih tadi di rumah nggak disounding dulu mau mampir-mampir.

Dan bener aja. Dia yang biasanya cerah ceria ketemu orang, langsung pasang tampang BeTe. Diajak salaman pun nggak mau.

"Maaf tante, uti, mba Lian lagi keluar cantiknya" Dan alhamdulillah mereka pengertian. Ya iyalah mereka pengertian, soalnya Lian pernah tantrum parah waktu main ke situ beberapa tahun lalu 😁

Okay setelah dari situ, kami melanjutkan ke rumah Uti Andan (mbah dhe-nya Lian) buat nggantar sprei waterproof Aliefa juga dan buku-buku yang saya pinjem. Di jalan menuju rumah Uti Andan, ternyata jalannya lagi diaspal ulang. Jadi ya milih kewat gang sempit yang jalannya kurang syiip.

"Mama kok lewat sini? Nanti pulang jangan lewat sini ya. Kecil jalannya" kata Lian cerewet sepanjang jalan.

"Hem... Nggak tau ya. Kan jalannya lagi diperbaiki." Jawab saya

Tambah manyun lah dia.

Samapai di rumah mbah dhe, dia kembali pasang wajah cemberut dan nggak mau salaman. Hem... Inhale... Exhale...

"Lagi kumat cantiknya uti..." Kata saya
"Ya udah sini uti punya susu sama biskuit." Kata uti Andan.
Lian ngamat-ngamatin biskuit or*o yang ternyata isinya strawberi (bukan faviritnya Lian.  Lian sukanya cokelat)

"Aku nggak mau, Ti." kata Lian
"Lian kalo selain rasa cokelat kurang suka, Ti" ucap saya membesarkan hati Uti.

"Ya udah wafer coklat aja ada itu" Uti Andan masih pengen nyenengin si cucu.

"Aku udah punya di rumah" Kata Lian

Ha... Ha... Ha... Ni anak pinter juga cari alesan. Iya sih ada wafer coklat di rumah (Pacitan)

"Ya udah susunya aja ya. Itu ada dua" si Uti masih belum nyerah. Padahal Lian udah BeTe akut.

"Itu rasa strawberi. Aku nggak suka" 😂😂😂
"Haduh,  Ri. Anakmu maunya apa?" mulai nyerah si uti.
"Nggih, Ti. Lian kalo nggak coklat nggak mau minum."
"Owalah sukane coklat ya... Ya udah hayuk kita ke warung. Kamu milih sendiri yang kamu mau"

Sebenernya dia udah nggak mau. Setelah saya nego dengan intonasi cerah ceria biat dia mau ikut, akhirnya dia mau ikut. Alhamdulillah nggak semakin membuat uti kecewa. Saya lega...

Setelah mereka pulang dari warung, uti cerita kalo Lian cuma mau ambil sedikit jajan di warung. Karena uti agak kurang ouas kasih jajan ke Lian, dikasihlah Lian duit buat beli jajan. Eh apa yang Lian bilang??

"Aku nggak mau duit... Aku mau ke kota" ya...salam... Ngekek lah saya dan papanya. Agak pekewuh (sungkan) sama uti juga kami. Tapi kami menghargai apa keputusan Lian.

"Ya udah mama Ria, ini uang buat main naik odong-odong ya..."

Ehem... Ya mamake sing seneng. Wkwk... Nggak mau membuat uti sedih, saya terima uangnya.

Dan tadi pas saya lagi ngobrol sama uti dan kakung, Lian udah ngrengek-ngrengek minta segera capcus ke tempat bermain. Sebelum meledak kesabaran Lian, jadi kami langsung mohon diri capcus ke lokasi yang kami tuju.

Wah menghadapi Lian yang cantik-cantiknya memang harus ekstra sabar. Kalo mama ikut naik nadanya ya alamat dia palah teriak-teriak ngambek.

Daaannn si papa tadi sepertinya nggam ndengerin permintaan Lian buat nggak lewat jalan yang sama, jadi Lian kumat bawelnya di jalan.

"Mama, kok lewat sini lagi?" kata Lian.
"jalannya diperbaiki" jawaban saya masih sama seperti sebelumnya.
"sempit jalannya" masih belum terima kenyataan. Hehe...
"nggak papa. Cuma sebentar"
 Ucap saya menyakinkan.

Luar biyasa dia hari ini. Tapi saya berusaha konsisten terhadap ucapan saya tentang alasan suatu hal. Saya juga berusaha nggak menaikan intonasi suara. Berusaha seselow mungkin menghadapi kenyataan atas kelincahan berbicara anak saya. 😄😄😄

#level1
#day4
#tantangan10hari
#kuliahbunsayiip
#komunikasiproduktif


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Naik Level Kemandirian

Jurnal Refleksi Fasilitator Matrikulasi IIP Batch 7 Sesi #5

Jurnal Refleksi Fasilitator Matrikulasi IIP Batch 7