Negosiasi Penuh Sensasi

Hari ini ada undangan buka puasa bareng keluarga besar di kampung halaman. Berangkat donk saya. Gratis gitu lho mak. Maklum emak suka gratisan 😂😂😂

Lian sangat jarang sekali bergabung dengan keluarga ini karena memang rumah agak jauh dari rumah mbahe. Saya nggak terlalu khawatir kalo dia nggak bisa srawung (berbaur) dengan sodara-sodaranya karena dia mudah bergaul. Tapi tetep sebelum berangkat saya kasih tahu kalau dia akan bertemu teman-teman. Ada banyak temannya. Siapa aja yang ada di sana saya sebutkan. Agar dia semangat ikut. Dan memang dia semangat sekali. Berkali-kali kapan berangkat. Sampe lelah menjawab 🙁



Kami (saya, Lian dan mbah Seger) sampai di sana mefet jam buka puasa dan Lian bobok di jalan. Akhirnya saya tidurkan Lian di kamar sodara. Tapi bukannya bobok lagi eh palah dia melek dan mukanya cemberut. Ya gimana mau bobok lagi, lha berisik banget kalo keluarga ini kalo udah ketemu.

Awalnya sih Lian cemberut, tapi setelah dia menukan masak-masakan, dia asyik main bareng sepupunya yang lebih besar dan lebih kecil. Kalo sama yang lebih besar dia seneng, kalo sama yang lebih kecil dia sebel 😁

Alhamdulillah dia lumayan kooperatif saat buka bersama. Mau makan dan mau main sama sepupu-sepupunya. Nggak full lengket sama saya.

Tadi sebelum pulang, Lian saya bolehkan memilih baju yang akan dibeli dengan syarat pilih satu saja yang paling dimau. Kebetulan yang jual tantenya. Saat dia tahu macem-macem bajunya dia bingung mau ini itu. Wah nggak bener itu...

"Mama mau yang ini sama ini ya..."
"Nggak, pilih satu."
Kemudian dia coba satu-satu baju yang dia inginin.

"Ma... Mau dua ya..."
"nggak mba. Lian kalo mau yang gamis yang putih ini nggak. Kalo mau yang putih, gamisnya ngga. Bolehnya satu."

Mrengutlah dia...

"Hayow mau yang mana?"

"yang ini" akhirnya dia pilih setelan clana panjang dengan kaos putih. Gamisnya nggak diambil.

"Pinter mba Lian. Bajunya bagus. Nanti ini dibungkus pake plastik cantik ya tante." Kata saya menyemangati. Dan dia suka.

Maaf ya mba. Mama bukannya pelit. Tapi perhitungan. Eh... Mama pengen kamu bisa konsisten sama janji. Dan kamu pintar mengelola emosimu. Walaupun dikompor-kompori sama sodara buat ambil 2, tapi akhirnya kamu mau dengerin mama. Lope-lope deh sama kamu... 😘

#level1
#day9
#tantangan10hari
#kelasbunsayiip
#komunikasiproduktif

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Naik Level Kemandirian

Jurnal Refleksi Fasilitator Matrikulasi IIP Batch 7 Sesi #5

Jurnal Refleksi Fasilitator Matrikulasi IIP Batch 7