Membesarkan Empati dan Sikon yang Tepat
Wah udah masuk day 2 tantangan kelas bunda sayang "Komunikasi Produktif". Kalau kemarin saya memilih untuk berkata lembut dalam menghadapi Lian dan berbicara lebih jelas kepada Papanya Lian, hari ini saya tetap dengan hal itu ditambah dengan memberikan sentuhan empati kepada Lian dan mencari timing yang tepat untuk berbicara dengan Papanya Lian.
Saya tetap menahan diri untuk tidak berteriak karena memang sedang radang tenggorokan 😂 dan melihat dari efek kemarin, Lian tidak berteriak-teriak juga saat saya berkata lembut dan tidak asal memerintah. Dan suara lembut justru lebih didengar oleh putri kecilku. Misalnya tadi saat saya meminta Lian buat mematikan kompor saat air mendidih, Lian langsung siap grak mematikan kompor tanpa dikomando dua kali. Aih... Syuka syuka...
Sentuhan empati saya terapkan pada Lian hari ini. Ceritanya dia lagi main sama boneka dan papanya, nggak sengaja tangan sang papa yang sedang memegang boneka doraemon Lian mengenai mulutnya dan dia nangis. Padahal posisi kami lagi di dalam trevel mau mudik. Saya lalu memeluk dia dan bilang "sakit ya? Mana yang sakit? Emon (panggilan bonekanya) minta maaf ya... Tadi nggak sengaja" dan dia menjawab "iya sakit tahu. Emon hati-hati donk kalo main" aku dan papanya Lian senyam-senyum. Lalu saya dubing menjadi si emon. Dan minta maaf ke dia. Lalu dia ketawa-ketawa. Horai!!! Drama nangisnya dalam hitungan detik berhenti. Alhamdulillah...
Eh hari ini kami mudik. Dan seperti biasa kalo kami mau mudik selalu persiapan mendadak. Hahaha... Tadi masih menyetrika sekeranjang penuh baju yang udah dicuci. Dalam hati meniatkan diri untuk menyelesaikan tugas domestik sebelum mudik. Alhasil cuma seperlunya buka hp. Fokus nyetrika (rekor cepet nyetrika hari ini 😍), nyuci peralatan masak dan piring gelas yang menumpuk sisa sahur, menyelesaikan jahitan mukena buat Lian, jemur baju dan packing-packing. Uwooooww ternyata saya sanggup. Dan mood saga dari pagi sampai saya tulis ini masih sangat baik. Mungkin efek mau mudik? Ah entahlah...
Dan papanya Lian juga hari ini berbicara lebih banyak ketimbang biasanya. Suasana hatinya lagi bagus juga ternyata. Hari ini saya jadi pendengar yang baik dan memilih waktu yang tepat saat ngobrolin kelakuan Lian dan kabar nilai yang diperoleh adek ipar a.k.a adeknya Papa Lian. Hasilnya dia jadi lebih banyak ngomong juga dan dia sangat menikmati perjalan mudik kami (biasanya moodnya suka jelek. Apalagi kalo Lian mabok perjalanan)
Eh ngomongin mabok perjalanan, sekali lagi alhamdulillah Lian tidak mabok buk... Tanpa minum antimo anak juga 😍 Dia sangat menikmati perjalanan ini dan cerewetnya dia minta ampun... Sampai-sampai pak supir bis diteriaki sama Lian gara-gara lampu lalin udah ijo dan pak supir belum mau jalan 😂😂😂
Absolutely saya sangat bahagia hari ini. Komunikasi kami sekeluarga lancar jaya dan muka kami berbinar-binar
#level1
#day2
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayangiip
Saya tetap menahan diri untuk tidak berteriak karena memang sedang radang tenggorokan 😂 dan melihat dari efek kemarin, Lian tidak berteriak-teriak juga saat saya berkata lembut dan tidak asal memerintah. Dan suara lembut justru lebih didengar oleh putri kecilku. Misalnya tadi saat saya meminta Lian buat mematikan kompor saat air mendidih, Lian langsung siap grak mematikan kompor tanpa dikomando dua kali. Aih... Syuka syuka...
Sentuhan empati saya terapkan pada Lian hari ini. Ceritanya dia lagi main sama boneka dan papanya, nggak sengaja tangan sang papa yang sedang memegang boneka doraemon Lian mengenai mulutnya dan dia nangis. Padahal posisi kami lagi di dalam trevel mau mudik. Saya lalu memeluk dia dan bilang "sakit ya? Mana yang sakit? Emon (panggilan bonekanya) minta maaf ya... Tadi nggak sengaja" dan dia menjawab "iya sakit tahu. Emon hati-hati donk kalo main" aku dan papanya Lian senyam-senyum. Lalu saya dubing menjadi si emon. Dan minta maaf ke dia. Lalu dia ketawa-ketawa. Horai!!! Drama nangisnya dalam hitungan detik berhenti. Alhamdulillah...
Eh hari ini kami mudik. Dan seperti biasa kalo kami mau mudik selalu persiapan mendadak. Hahaha... Tadi masih menyetrika sekeranjang penuh baju yang udah dicuci. Dalam hati meniatkan diri untuk menyelesaikan tugas domestik sebelum mudik. Alhasil cuma seperlunya buka hp. Fokus nyetrika (rekor cepet nyetrika hari ini 😍), nyuci peralatan masak dan piring gelas yang menumpuk sisa sahur, menyelesaikan jahitan mukena buat Lian, jemur baju dan packing-packing. Uwooooww ternyata saya sanggup. Dan mood saga dari pagi sampai saya tulis ini masih sangat baik. Mungkin efek mau mudik? Ah entahlah...
Dan papanya Lian juga hari ini berbicara lebih banyak ketimbang biasanya. Suasana hatinya lagi bagus juga ternyata. Hari ini saya jadi pendengar yang baik dan memilih waktu yang tepat saat ngobrolin kelakuan Lian dan kabar nilai yang diperoleh adek ipar a.k.a adeknya Papa Lian. Hasilnya dia jadi lebih banyak ngomong juga dan dia sangat menikmati perjalan mudik kami (biasanya moodnya suka jelek. Apalagi kalo Lian mabok perjalanan)
Eh ngomongin mabok perjalanan, sekali lagi alhamdulillah Lian tidak mabok buk... Tanpa minum antimo anak juga 😍 Dia sangat menikmati perjalanan ini dan cerewetnya dia minta ampun... Sampai-sampai pak supir bis diteriaki sama Lian gara-gara lampu lalin udah ijo dan pak supir belum mau jalan 😂😂😂
Absolutely saya sangat bahagia hari ini. Komunikasi kami sekeluarga lancar jaya dan muka kami berbinar-binar
#level1
#day2
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayangiip
Kami mudik dulu yak...

Komentar
Posting Komentar