MENGIKAT RASA MENGIKAT MAKNA
MENGIKAT RASA MENGIKAT MAKNA
Materi komunikasi produktif adalah sesuatu yang benar-benar saya syukuri pernah saya pelajari di kelas bunda sayang IIP. Betapa tidak, bekal ilmu ini serasa menampar keras bolak balik pemikiran saya. Saya yang awalnya menganggap saya adalah orang tua dan Lian adalah seorang anak, sehingga kerap sekali ego sebagai orang tua mendominasi. Pokoknya apa yang saya ucapkan harus didengar dan kerap sekali menaikan emosi jiwa saat mba Lian tidak melakukan apa yang saya katakan.
Materi komunikasi produktif adalah sesuatu yang benar-benar saya syukuri pernah saya pelajari di kelas bunda sayang IIP. Betapa tidak, bekal ilmu ini serasa menampar keras bolak balik pemikiran saya. Saya yang awalnya menganggap saya adalah orang tua dan Lian adalah seorang anak, sehingga kerap sekali ego sebagai orang tua mendominasi. Pokoknya apa yang saya ucapkan harus didengar dan kerap sekali menaikan emosi jiwa saat mba Lian tidak melakukan apa yang saya katakan.
Dalam komunikasi produktif kemaren momen AHA! Yang saya tangkap adalah saat saya mampu mengontrol intonasi bicara dan mengontrol emosi saya. Saat itu berbicara dengan mba Lian sangat menyenangkan dan informasi yang saya sampaikan mudah dipahami sama mba Lian.
Berbicara dengan pikiran lebih selow dan intonasinya tidak marah-marah itu menyenangkan. Terlebih mba Lian pun berkata kalau “aku suka mama nggak marah-marah”. Duh anak kecil aja nggak suka dimarahi.
Komunikasi produktif adalah bukan seberapa banyak jumlah kata yang terucap, melainkan seberapa baik pesan yang diucapkan dan mampu diterima oleh lawan berbicara. Salah satu caranya ialah dengan mengontrol emosi dan memainkan intonasi yang rendah saat berbicara.

Komentar
Posting Komentar