Kemandirian VS Kebaperan
Kemandirian VS Kebaperan
🌸Mengikat rasa mengikat makna
🌸
Tantangan kelas Bunsay IIP adalah tentang kemandirian. Wah enak sepertinya ya kalau punya anak yang sudah terbiasa mandiri dari kecil. Tugas sebagai orang tua sedikit terbantu bila anak mau melalakukan hal-hal pribadinya sendiri.
Saat tantangan ini dirilis, saya bersemangat sekali dan memilih memakai pakaian sendiri sebagai pokok latihan kemandirian ini.
Gayung bersambut. Mba Lian belajar memakai pakaian sendiri dengan enjoy. Meskipun masih kesusahan tapi dia bersemangat.
Akan tetapi ditengah perjalanan, kambuhlah penyakit baper (bawa perasaan). Rasa-rasanya jadi merasa berat hati melihat kemandirian mba Lian.
Sebenarnya saya menyadari bahwa kemandirian adalah bekal kehidupan yang mestinya diajarkan sejak dini. Akan tetapi dari lubuk hati yang dalam, rasanya masih belum rela ngelihat bayi kecilku sekarang sudah mulai beranjak besar. Dia sudah mulai bisa mandiri, tidak menggantungkan apa-apa sama mama atau orang di sekitarnya. Terlebih saat mba Lian bilang "Mama, aku bisa pakai baju sendiri". Hiks... Hiks... Waktu ternyata begitu cepat berlalu.
Keadaan seperti itu sempat membuat mental saya melemah. Ah apa benar itu udah saatnya mengajarkan? Ah, masih kecil ntar ajalah diajarin mandirinya.
Di saat seperti itu saya lihat perjuangan teman-teman lain yang bersemangat memgajarkan putra-putri mereka agar mandiri. Ada yang mengajarkan mandi sendir, makan sendiri dan lain-lain. Yups! AHA! Saya juga harus mantap menata hati. Pembelajaran ini bukan hanya untuk mba Lian saja. Tapi untuk belajar saya menata hati.
Berbekal pengalaman teman-teman saya melanjutkan untuk mengajarkan kemandirian ke mba Lian. Dan alhamdulillah mba Lian dapat menjalankan proses kemandirian. Saat mba Lian kembali mengatakan "aku sudah bisa pakain baju sendiri lho...", saya bersyukur kalau mba Lian tumbuh menjadi pribadi mandiri. Semoga kemandirian itu merambat ke hal yang lainnya. Dari memakai baju sendiri, jadi bisa mandi sendiri, mandi sendiri, berberes mainan sendiri, dan lain-lain.
Baper terlewati dan kemandirian siap menanti
#bundasayangiip #melatihkemandirian
🌸Mengikat rasa mengikat makna
🌸
Tantangan kelas Bunsay IIP adalah tentang kemandirian. Wah enak sepertinya ya kalau punya anak yang sudah terbiasa mandiri dari kecil. Tugas sebagai orang tua sedikit terbantu bila anak mau melalakukan hal-hal pribadinya sendiri.
Saat tantangan ini dirilis, saya bersemangat sekali dan memilih memakai pakaian sendiri sebagai pokok latihan kemandirian ini.
Gayung bersambut. Mba Lian belajar memakai pakaian sendiri dengan enjoy. Meskipun masih kesusahan tapi dia bersemangat.
Akan tetapi ditengah perjalanan, kambuhlah penyakit baper (bawa perasaan). Rasa-rasanya jadi merasa berat hati melihat kemandirian mba Lian.
Sebenarnya saya menyadari bahwa kemandirian adalah bekal kehidupan yang mestinya diajarkan sejak dini. Akan tetapi dari lubuk hati yang dalam, rasanya masih belum rela ngelihat bayi kecilku sekarang sudah mulai beranjak besar. Dia sudah mulai bisa mandiri, tidak menggantungkan apa-apa sama mama atau orang di sekitarnya. Terlebih saat mba Lian bilang "Mama, aku bisa pakai baju sendiri". Hiks... Hiks... Waktu ternyata begitu cepat berlalu.
Keadaan seperti itu sempat membuat mental saya melemah. Ah apa benar itu udah saatnya mengajarkan? Ah, masih kecil ntar ajalah diajarin mandirinya.
Di saat seperti itu saya lihat perjuangan teman-teman lain yang bersemangat memgajarkan putra-putri mereka agar mandiri. Ada yang mengajarkan mandi sendir, makan sendiri dan lain-lain. Yups! AHA! Saya juga harus mantap menata hati. Pembelajaran ini bukan hanya untuk mba Lian saja. Tapi untuk belajar saya menata hati.
Berbekal pengalaman teman-teman saya melanjutkan untuk mengajarkan kemandirian ke mba Lian. Dan alhamdulillah mba Lian dapat menjalankan proses kemandirian. Saat mba Lian kembali mengatakan "aku sudah bisa pakain baju sendiri lho...", saya bersyukur kalau mba Lian tumbuh menjadi pribadi mandiri. Semoga kemandirian itu merambat ke hal yang lainnya. Dari memakai baju sendiri, jadi bisa mandi sendiri, mandi sendiri, berberes mainan sendiri, dan lain-lain.
Baper terlewati dan kemandirian siap menanti
#bundasayangiip #melatihkemandirian

Komentar
Posting Komentar