Day1 Mengenal Gaya Belajar Lian
Day1 Mengenal Gaya Belajar Lian
Rabu, 6 September 2017
Wah bukan perkara mudah untuk menilai atau mengamati cara belajar anak. Terkadang saya lebih konsen mengajarkan ini itu tapi mengabaikan analisis atau evaluasi hasil belajar. Hal ini yang membuat saya bingung ini mba Lian sebenernya audio kah? Visual kah? Atau palah kinestetik?
Okey fix mulai hari ini saya harus rajin mencatat perilaku atau cara belajar mba Lian. Tambahan stimulasi agar mba Lian juga dapat mengenal sesuatu nggak hanya dari suara/ucapan, tetapi juga dapat menangkap visualisasi keadaan dan dapat merasakan atau praktek langsung.
Hari ini saya mengamati kegiatan mba Lian saat bermain peran dengan ke empat bonekanya. Dia memberi nama emon (untuk doraemon besar), dorami (doraemon sedang berbaju merah), kiti (doraemon kecil) dan yellow (boneka bayik berbaju kuning). Hari ini dia asyik bermain bersama mbahnya (bapak ibu dari saya) yang kebetulan sedang berkunjung ke rumah kami.
Saat bermain dengan keempat boneka itu, mba Lian meminta kami semua berbagi peran. Mbah Seger (panggilan untuk ayah saya) berperan jadi doraemon, mbah acinah (jadi dorami), mba Lian jadi kiti dan saya jadi yellow. Dan kami memainkan peran kami dengan mba Lian sebagai sutradaranya 😂😂😂
Mba Lian seneng banget kegiatan bermain boneka kali ini berlangsung ramai. Biasanya hanya saya dan mba Lian yang bermain. Dan hingga saat giliran saya dubbing suara Yellow, mba Lian dan mbahnya ketawa mendengar cerita saya. Saya memerankan si boneka bayi ini dengan campuran logat jawa dan Indonesia dengan intonasi tinggi. Apa yang saya ucapkan melalui media Yellow didengarkan oleh mba Lian dengan sungguh-sungguh. Wah sayang banget nih momen ini nggak kerekam kamera 😁😁😁
Mba Lian memang menyukai dongeng dan dibacakan cerita. Makanya saya terkadang memanfaatkan momen bermain boneka ini untuk menyampaikan pesan misalnya kenapa harus mandi, kenapa kita harus makan dll. Harapan saya dia bisa menerima pesan saya dengan baik melalui cerita dan bermain peran ini.
Selain bermain peran, untuk mengasah kemampuan visual, malem harinya kami menonton festival rontek. Festival tahunan di kota Pacitan, kota tempat tinggal kami.
Festival ini menyajikan kesenian kentongan dipadukan dengan gending jawa, serta ada pertunjukan tari dan dekorasi panggung berjalan yang keren banget. Hari-hari sebelumnya kami menonton hanya lewat televisi, tapi malam ini kami menonton live. Lian suka banget menari dengan diiringi alat musik rontek dan malam ini dia heboh menari saat melihat pertunjukan rontek. Dia bergaya macem penari profesional 😂😂😂 sampai dia nggak merasa ngantuk walau jam menunjukan pukul 10 malam lebih.
Kalau biasanya dia menari dengan diiringi musik dari toples yang ditabuh papa atau mamanya, kali ini dia menari dengan iringan musik aseli dan dapat melihat penarinya secara live.
Kegiatan pengamatan hari ini seperti gambar check list di bawah ini.
#Day1
#tantangan10hari
#level4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayiip
Rabu, 6 September 2017
Wah bukan perkara mudah untuk menilai atau mengamati cara belajar anak. Terkadang saya lebih konsen mengajarkan ini itu tapi mengabaikan analisis atau evaluasi hasil belajar. Hal ini yang membuat saya bingung ini mba Lian sebenernya audio kah? Visual kah? Atau palah kinestetik?
Okey fix mulai hari ini saya harus rajin mencatat perilaku atau cara belajar mba Lian. Tambahan stimulasi agar mba Lian juga dapat mengenal sesuatu nggak hanya dari suara/ucapan, tetapi juga dapat menangkap visualisasi keadaan dan dapat merasakan atau praktek langsung.
Hari ini saya mengamati kegiatan mba Lian saat bermain peran dengan ke empat bonekanya. Dia memberi nama emon (untuk doraemon besar), dorami (doraemon sedang berbaju merah), kiti (doraemon kecil) dan yellow (boneka bayik berbaju kuning). Hari ini dia asyik bermain bersama mbahnya (bapak ibu dari saya) yang kebetulan sedang berkunjung ke rumah kami.
Saat bermain dengan keempat boneka itu, mba Lian meminta kami semua berbagi peran. Mbah Seger (panggilan untuk ayah saya) berperan jadi doraemon, mbah acinah (jadi dorami), mba Lian jadi kiti dan saya jadi yellow. Dan kami memainkan peran kami dengan mba Lian sebagai sutradaranya 😂😂😂
Mba Lian seneng banget kegiatan bermain boneka kali ini berlangsung ramai. Biasanya hanya saya dan mba Lian yang bermain. Dan hingga saat giliran saya dubbing suara Yellow, mba Lian dan mbahnya ketawa mendengar cerita saya. Saya memerankan si boneka bayi ini dengan campuran logat jawa dan Indonesia dengan intonasi tinggi. Apa yang saya ucapkan melalui media Yellow didengarkan oleh mba Lian dengan sungguh-sungguh. Wah sayang banget nih momen ini nggak kerekam kamera 😁😁😁
Mba Lian memang menyukai dongeng dan dibacakan cerita. Makanya saya terkadang memanfaatkan momen bermain boneka ini untuk menyampaikan pesan misalnya kenapa harus mandi, kenapa kita harus makan dll. Harapan saya dia bisa menerima pesan saya dengan baik melalui cerita dan bermain peran ini.
Selain bermain peran, untuk mengasah kemampuan visual, malem harinya kami menonton festival rontek. Festival tahunan di kota Pacitan, kota tempat tinggal kami.
Festival ini menyajikan kesenian kentongan dipadukan dengan gending jawa, serta ada pertunjukan tari dan dekorasi panggung berjalan yang keren banget. Hari-hari sebelumnya kami menonton hanya lewat televisi, tapi malam ini kami menonton live. Lian suka banget menari dengan diiringi alat musik rontek dan malam ini dia heboh menari saat melihat pertunjukan rontek. Dia bergaya macem penari profesional 😂😂😂 sampai dia nggak merasa ngantuk walau jam menunjukan pukul 10 malam lebih.
Kalau biasanya dia menari dengan diiringi musik dari toples yang ditabuh papa atau mamanya, kali ini dia menari dengan iringan musik aseli dan dapat melihat penarinya secara live.
Kegiatan pengamatan hari ini seperti gambar check list di bawah ini.
#Day1
#tantangan10hari
#level4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayiip


Komentar
Posting Komentar