ASIKNYA FAMILY PROJECT

Family Project

Apa yang mama bayangkan ketika membaca dua kata di atas? Ribet? Butuh konsentrasi penuh dan kreativitas lebih? Waktu lama dan mungkin palah dana juga?

Kalau iya, selamat anda sama seperti saya dahulu sebelum tahu apa itu family project yang sesungguhnya. Padhal ya mam, famiy project adalah hal yang sangat-sangat sederhana dan semua keluarga pasti bisa melakukannya.

Kita mulai dahulu dengan pengertian family project. Family project  adalah aktivitas  yang secara sadar dibicarakan bersama, dikerjakan bersama   oleh seluruh atau sebagian anggota keluarga dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara bersama pula (Septi Peny, 2017).

Jadi yang dibutuhkan dalam family project adalah
1. Anggota keluarga yang terlibat
Yups yang namanya juga family project jadi tentulah melibatkan seluruh anggota keluarga. Seluruh anggota keluarga berperan aktif semenjak adanya ide project sampai dengan tahapan pelaksanaanya

2. Adanya pembicaraan/family forum
Jadi family project ini bukan dicetuskan oleh satu anggota keluarga tetapi melalui rapat keluarga. Kalau biasanya ngumpul keluarga biasanya ngobrol ngalor ngidul nggak jelas, di family forum ini kita ngobrolin masalah project yang akan dilakukan. Bisa dengan ngobrol santai sambil ngeteh sore, atau saat pillow talk. Nggak seperti rapat kantor ya mam yang serba kaku.

3. Aktivitas bersama
Nah karena ini juga family project, tentunya seluruh keluarga melakukan segala aktivitas secara bersama-sama. Setiap anggota keluarga memiliki peran dalam pelaksanaan proyek tersebut.

4. Tujuan proyek
Segala kegiatan tanpa tujuan akan menjadikan kegiatan tersebut menjadi tidak terarah. Maka dari itu, dalam family project ini, kita harus menentukan tujuan yang jelas mam. Tujuan yang inin kita capai sebaiknya meiliki prinsip SMART : Specific (jelas tujuannya), Measurable (terukur), Achiveable (dapat diraih), Reasonable (beralasan kuat), Timebound (ada batas waktunya)

5. Nama proyek
Nama proyek kita beri yang unik dan menarik agar kita bisa melakukannya dengan semangat

6. Waktu pelaksanaan
Waktu pelaksanaan dapat ditentukan saat family forum

7. Sarana yang dibutuhkan
Alat dan bahan yang diperlukan dalam proyek ini. Jika proyek ini memerlukan biaya, maka rencanakan pula anggaran biayanya


Wah katanya mudah kok banyak bener komponenya?


Nggak seperti kelihatannya kok. Untuk memulai family project mama dan keluarga tidak perlu memikirkan hal-hal yang rumit. Mama dan keluarga bisa memulai dari aktivitas sehari-hari seperti mungkin menanam sayur organic di rumah, memasang lampu taman, atau kegiatan lain.

Berikut saya cantumkan family forum yang sudah keluarga kami lakukan.

Berburu Belanjaan

Hemat Energi dengan Lampu LED


Semangat Pasang Bendera

Memasang Kipas Angin



Melihat contoh di atas ciri-ciri family project adalah:
a. Fokus pada proses, bukan pada hasil
b. Sederhana
c. Menyenangkan
d. Mudah – Menantang
e. Ditentukan durasinya


Biasanya suka mogok di tengah jalan nih, biar family project terus berkembang, bagaimana ya caranya? 


Tentunya mama dan keluarga menginginkan project ini bisa berjalan dengan baik dan bisa berkembang ke arah lain yang lebih menantang ya mam?! Untuk mengembangkan family project diperlukan dua hal yaitu  yang  penting untuk KONSISTENSI dan KOMUNIKASI

KONSISTENSI
Suatu kegiatan atau proyek akan konsisten dijalankan apabila di dalam proyek itu mengandung hal-hal berikut Konsistensi:
a. Apakah family project ini membahagiakan seluruh anggota keluarga? ( Fun)
Jika iya, tentunya akan membuat seluruh anggota keluarga ketagihan melakukan family project. Kalau membosankan tentunya akan membuat malas melakukan hal itu.
b. Apakah family project sejalan dengan values yang  diperjuangkan dalam keluarga? ( values)
Nah kalau value keluarga terpenuhi, maka seluruh keluarga akan mendukung kegiatan serupa. Family project akan terlaksana dengan baik.
c. Seberapa unik family project anda dibandingkan family project yang lain? ( uniqueness)
Yang unik selalu menjadi hal yang menarik. Betul? Hal ini juga berlaku dalam family project. Jika family project yang kita lakuan sangat unik dan membekas di hati, maka seluruh keluarga akan bersuka hati melakukannya.
d. Apa alasan kuat dari seluruh anggota keluarga untuk menjalankan family project ini? ( Reason)
Kekuatan dari family project adalah kekompakan seluruh anggota keluarga. Persamaan visi dan misi project menjadi dasar yang kuat berlanjutnya suatu project. Bayangin misalnya mama menginginkan proyek diet sehat keluarga, tetapi suami hobi makan junk food dan anak hobi makan kue. Hanya mama yang punya semangat kuat untuk berdiet karena timbangan semakin bergerak ke kanan, sementara suami dan anak nggak kuat menahan godaan makanan enak yang terjadi adalah proyect akan gagal di tengah jalan. Iya ngak…

KOMUNIKASI
Komunikasi menjadi hal yang utama dalam mengembangkan family project kita, karena akan sangat bermanfaat untuk memantau dan mengembangkan perjalanan family project dan membangun portofolio keluarga dalam menjalankan family project.
Komunikasi yang baik akan memantapkan langkah seluruh keluarga untuk menyelesaikan family project. Coba bayangkan kalau apa yang ingin di sampaikan oleh mama tetapi tidak sampai kepada anak atau suami, tentunya kita akan malas menjalankan proyek itu. Pun demikan dengan suami dan anak akan melakukan hal yang salah tidak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh mama.

Di dalam komunikasi ini diperlukan dua hal yaitu MEDIA dan KONTEN
🏡 Media komunikasi berupa family forum. 
Family forum adalah forum-forum ngobrol keluarga yang dibangun untuk mengetahui hobi anak-anak, aktivitas harian mereka, berita terupdate, kebutuhan seluruh anggota keluarga dan masalah atau tantangan-tantangan apa saja yang dihadapi oleh seluruh anggota keluarga. Seperti yang sudah saya jelaskan di atas ya mam, family forum bukan rapat kantor yang horror dimana anak atau suami diinterogasi untuk mengetahui kebutuhan mereka, tetapi bisa dengan cara ngobrol santai sambil ngopi, ngeteh, nonton tv atau pillow talk bagi keluarga yang tidurnya masih rombongan macam saya. Hehehehe…


🏡Konten komunikasi berupa apresiasi bukan evaluasi
Apabila projek hanya berdurasi 1-3 hari, maka buatlah forum apresiasi pada akhir projek berjalan. Tetapi apabila family forum yang kita laukan itu berdurasi lama lebih dari 1 bulan, maka segera buat forum apresiasi keluarga diantara jeda projek tersebut, bisa mingguan atau beberapa hari.
Mengapa tidak boleh mengevaluasi anak atau suami? Kita hanya lakukan memberikan apresiasi saja, karena hal ini penting untuk menjaga suasana selalu menyenangkan dan  membuat anggota keluarga senantiasa bersemangat dalam mengerjakan projek selanjutnya. Nggak ada anak terlebih suami yang mau dikritik setelah melakukan suatu kegiatan. Sepakat?!

Eh tapi kalau ada hal-hal yang kurang tepat sasaran atau ada yang salah dalam meakukan proyek bagaimana? Apabila hal itu terjadi maka mama cukup mencatatnya saja. Nanti di saat akan melakukan project yang baru, baru deh mama buka catatan itu. Sehingga perencanaan proyek selanjutnya menjadi lebih mantap dan berjaan lebih terkendali karena anak-anak akan melakukan perubahan menjelang  melakukan projek, bukan diberitahu kesalahan setelah melakukan sebuah projek. Efek yang muncul akan sangat berbeda.

Bagaimana cara untuk mengapresiasi family project?


Perbanyaklah membuat forum keluarga saat sore ngeteh bersama, atau sepekan sekali saat akhir pekan. Pokoknya dalam keadaan santai dan pikiran tenang mam. Dalam family forum ini, kita bisa memancing pertanyaan dengan tiga hal berikut:
a. Ada yang punya pengalaman menarik selama menjalankan projek ini?
b. Apa yang sudah baik?
c. Minggu depan hal baik apa yang akan kita lakukan?

Di dalam kegiatan family forum, hendaklah mama senantiasa melakukan: AMATI, TERLIBAT, TULIS

AMATI

Tentukan aspek-aspek perkembangan anak yang ingin kita amati melalui family project, Misal saat ini kita ingin menguatkan komunikasi produktif , kemandirian dan faktor kecerdasan anak-anak, maka tentukan hal-hal sbb:
Aspek Komunikasi Produktif
Bagaimanakah pola komunikasi anak-anak kita selama menjalankan sebuah projek?

Aspek Kemandirian
Apakah sudah makin terlihat tingkat kemandirian anak-anak dalam mengerjakan projek?

Aspek Kecerdasan
Bagaimana cara anak meningkatkan rasa ingin tahunya? ( IQ), bagaimana cara anak mengelola emosi selama projek berjalan ?(Emotional Intellegence/EI), Bagaimana cara anak meningkatkan kebermanfaatan dirinya dengan projek tersebut? ( Spiritual Intellegence. SI), Bagaimana cara anak mengubah masalah menjadi peluang ( Adversity Intellegence,AI)

TERLIBAT
Dalam setiap projek yang dibuat libatkan diri kita, para orangtua, untuk menjadi bagian anggota tim, asyik menjalankan bersama sebagai pembelajaran. Kita bisa menjadi follower yang taat pada keputusan leader. Saat menyelenggarakan family forum dalam apresiasi, kita bksa berubah menjadi fasilitator yang baik, bukan menggurui.

TULIS
Tulis pengalaman kita setiap hari baik cerita gagal maupu cerita sukses dalam menjalankan projek demi projek, baik cerita bahagia maupun cerita mengharubiru. Alirkan rasa anda setiap hari. Bisa jadi sebuah kenangan yang sangat indah apabila kita buka kembali beberapa tahun ke depan. Konsistensi kita dalam menuliskan setiap family project yang kita lakukan ini juga akan membuahkan portofolio keluarga yang bisa bermanfaat bagi keluarga kita sendiri maupun keluarga yang lain.

Bagaimana mam tidak begitu rumit kan… Sudah punya gambaran mau membuat family project apa buat keluarga mama?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Naik Level Kemandirian

Jurnal Refleksi Fasilitator Matrikulasi IIP Batch 7 Sesi #5

Jurnal Refleksi Fasilitator Matrikulasi IIP Batch 7